Di antara enam wilayah administratif DKI Jakarta, ada satu yang datanya berbeda dari yang lain dalam hampir setiap ukuran. Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu memiliki 23 sekolah — dan seluruhnya berstatus negeri. Tidak ada satu pun sekolah swasta di sana.
Sebagai pembanding, Jakarta Utara memiliki porsi negeri 31 persen. Di Kepulauan Seribu angkanya seratus persen. Artikel ini membahas apa yang bisa dan tidak bisa disimpulkan dari angka tersebut.
Dua puluh tiga sekolah untuk seluruh kabupaten
Rinciannya: 14 SD, 7 SMP, 1 SMA, dan 1 SMK. Seluruhnya tersebar di dua kecamatan, Kepulauan Seribu Utara dan Kepulauan Seribu Selatan.
Bandingkan dengan Cengkareng di Jakarta Barat, satu kecamatan yang sendirian memiliki 221 sekolah. Satu kecamatan di daratan menampung hampir sepuluh kali lipat jumlah sekolah dibanding seluruh kabupaten kepulauan.
Perbandingan itu bukan untuk mendramatisasi. Jumlah sekolah mengikuti jumlah penduduk, dan Kepulauan Seribu memang wilayah dengan penduduk paling sedikit di Jakarta. Yang membuatnya layak dibahas terpisah adalah konsekuensi geografisnya, yang tidak dialami wilayah mana pun di daratan.
Satu SMA dan satu SMK untuk seluruh kabupaten
Inilah angka yang paling menentukan. Di daratan Jakarta, seorang murid SMP yang tidak diterima di SMA pilihan pertama masih punya belasan alternatif dalam radius yang masuk akal. Di Kepulauan Seribu, alternatif itu tidak tersedia dalam pengertian yang sama.
Bagi keluarga di sana, pilihan setelah SMP pada praktiknya menjadi tiga: masuk ke satu SMA negeri yang ada, masuk ke satu SMK negeri yang ada, atau menyeberang ke daratan. Pilihan ketiga bukan soal perjalanan harian — melainkan soal tinggal terpisah dari keluarga, dengan biaya kos dan konsekuensi yang menyertainya.
Ini jenis keputusan yang tidak pernah muncul dalam artikel "tips memilih SMA" pada umumnya, karena penulisnya berasumsi pembacanya punya banyak pilihan dalam jarak tempuh sehari.
Kenapa tidak ada sekolah swasta di sana
Data kami mencatat statusnya, bukan sebabnya, jadi bagian ini perlu dibatasi pada apa yang bisa dipastikan. Yang pasti: seluruh penyelenggaraan pendidikan di kabupaten ini berada di tangan pemerintah.
Konsekuensi praktisnya bisa dibaca dua arah, dan keduanya nyata. Sisi baiknya, tidak ada keluarga di Kepulauan Seribu yang menghadapi persoalan SPP swasta yang dibahas di halaman biaya — seluruh sekolah yang tersedia bebas SPP dan uang pangkal. Beban anggaran pendidikan keluarga di sana secara struktural lebih ringan dibanding di daratan.
Sisi lainnya, tidak ada penyangga bila daya tampung penuh. Di daratan, sekolah swasta berfungsi sebagai katup pelepas ketika kursi negeri habis. Di kepulauan, katup itu tidak ada. Bila satu SMA negeri di sana penuh, tidak ada sekolah lain di pulau yang sama yang bisa menampung.
Akreditasi: lebih rendah, dan itu perlu dilihat dalam konteks
Porsi sekolah berakreditasi A di Kepulauan Seribu berada di bawah rata-rata Jakarta. Sebelum menarik kesimpulan tentang mutu, ada dua hal yang perlu dipertimbangkan.
Pertama, jumlah sampelnya sangat kecil. Dengan hanya 23 sekolah, satu atau dua sekolah yang belum diperbarui akreditasinya langsung menggeser persentase secara mencolok. Persentase dari basis kecil selalu bergerak liar dan tidak setara dengan persentase dari basis ribuan.
Kedua, sebagian komponen penilaian akreditasi menyangkut kelayakan sarana — dan pengadaan sarana di pulau menghadapi kendala yang tidak dihadapi sekolah daratan. Setiap peralatan harus diangkut dengan kapal, biaya logistiknya berlipat, dan perbaikan tidak bisa dilakukan dalam hitungan jam.
Membandingkan angka akreditasi kepulauan dengan daratan tanpa menyebut konteks ini akan menghasilkan kesimpulan yang tidak adil terhadap sekolah maupun gurunya.
Yang tidak bisa kami sampaikan
Beberapa hal yang justru paling ingin diketahui keluarga di sana tidak ada dalam data kami, dan kami memilih menyebutkannya daripada mengarang.
Kami tidak memiliki data jadwal dan ketersediaan transportasi laut antar pulau, padahal itu faktor penentu utama keterjangkauan sekolah di wilayah ini. Kami juga tidak punya data ketersediaan asrama atau pemondokan bagi murid dari pulau lain, maupun data jumlah guru yang berdomisili di pulau dibanding yang datang dari daratan — sesuatu yang berpengaruh pada kesinambungan pengajaran.
Untuk ketiganya, sumber yang tepat adalah sekolah bersangkutan dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Setiap halaman profil di situs ini mencantumkan nomor telepon sekolah bila tercatat, dan untuk wilayah seperti ini menelepon langsung jauh lebih berguna daripada membaca daftar.
Yang bisa dipelajari dari kontras ini
Pola Kepulauan Seribu — sedikit sekolah, seluruhnya negeri, tanpa alternatif swasta — sebenarnya bukan keanehan Jakarta. Pola serupa muncul di banyak kabupaten kepulauan dan daerah berpenduduk tersebar di seluruh Indonesia. Yang membuatnya menonjol di sini adalah kontrasnya: wilayah ini berbagi satu provinsi dengan kecamatan yang sendirian memiliki 221 sekolah.
Kontras itu berguna sebagai pengingat saat membaca angka mana pun tentang pendidikan Jakarta. Rata-rata provinsi — termasuk angka 74 persen akreditasi A yang sering dikutip — dihitung dari populasi yang di dalamnya terdapat perbedaan kondisi sebesar ini. Rata-rata berguna untuk gambaran umum, tetapi keputusan keluarga selalu terjadi di satu titik yang konkret.
Kenapa kami tetap menerbitkan halaman untuk 23 sekolah ini
Dua puluh tiga sekolah adalah angka yang mudah diabaikan dalam direktori berisi 4.221 sekolah. Sebuah direktori nasional yang menampilkan tiga puluh delapan provinsi hampir pasti tidak akan pernah menampilkan wilayah ini sebagai halaman tersendiri.
Justru karena itu kami membuatnya. Keluarga di Pulau Panggang atau Pulau Tidung berhak mendapat halaman yang menyebut sekolah mereka dengan nama, alamat, dan NPSN — sama seperti keluarga di Kebayoran. Ukuran wilayah tidak menentukan siapa yang layak dilayani informasinya.
Telusuri daftar sekolah di Kepulauan Seribu untuk melihat seluruh 23 sekolah beserta jenjang, akreditasi, dan alamat lengkapnya. Untuk membandingkan dengan wilayah lain di Jakarta, tersedia pula halaman per wilayah yang sebandingnya bisa Anda lihat berdampingan.